Apa Arti Ijazah ?


Pasca empat bulan lalu diwisuda dan dengan bangga saya mengatakan saat ini belum punya pekerjaan yang tetap meski dari 2-3 tahun terakhir saya menjalani profesi sebagai freelance menjadi blogger yang sebenernya adalah sebuah pekerjaan dan bisa menjanjikan, namun tinggal dilingkungan yang masih termasuk awam, banyak yang belum tau dan sulit untuk dijelaskan tentang definisi berhasil dan apa itu sukses? tentang pekerjaan saya kepada yang masih memiliki pandangan bahwa berhasil ataupun sukses adalah mereka yang bekerja dengan seragam, kantoran, pagi pergi pulang sore dan dengan gaji yang tetap dan tidak ada yang tau mungkin penghasilan freelance apapun itu mungkin gajinya lebih dari seorang pekerja/pegawai, eventhough saat ini penghasilan saya baru cukup untuk diri sendiri. But, unexpected banget karena dulu ga berpikir bisa sampe disini.



Proses 3,7 tahun bukanlah sebentar namun untuk S1 ini adalah termasuk yang cepat, sedikit berbagi pengalaman (untuk kalian lebih semangat yang ingin lulus dan lebih bersyukur lagi) dulu saya bahkan mengikuti sampai 8 kali test di setiap universitas negeri di Palembang.

Untuk yang test ke delapan adalah UIN Raden Fatah Palembang dan sampe mau nangis karena kalo sampe ga lulus pastinya saya harus menunda satu tahun untuk kuliah universitas negeri pada saat itu, dan saya ga mau karena sadar usia semakin tua dan Alhamdulillah Allah memberikan jalan dan berkat dorongan orang tua dan keluarga saya bisa melalui hingga saat sini.

Dulu awal masuk kuliah saya berpikir dalam gambaran sederhana dikepala saya bahwa setelah lulus saya akan (langsung) bekerja disuatu perusahaan, menjadi pegawai namun setelah lulus mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah persaingan semakin ketat, lulusan sarjana, diploma setiap tahunnya pun banyak, BUMN, Instansi, Perusahaan swasta juga semakin selektif dan nyatanya mau tidak mau kita harus bertarung dengan kenyataan (jika orang lain, tetanggamu, temanmu yang sudah bekerja ataupun saudara" mu ) bertanya perihal "Sudah lulus? Kenapa belum bekerja? Sekarang udah kerja dmn ? Seperti si A yang sudah bekerja dan dia dapet ini dan itu kenapa kamu tidak ? Ngapain kerja begini begitu yang ga ada masa depannya mending kamu begini bla bla bla.....  dan banyak pertanyaan dan kalimat lainnya.Tau kah bahwa kalimat kalimat tersebut membuat kami patah hati apalagi bagi kami yang baru 2-6 bulan pasca wisuda.

Saya selalu membawa pikiran saya kearah yang positif, saya selalu bilang ke diri sendiri bahwa setiap orang memiliki garis tangannya sendiri dan saya percaya bahwa setiap orang punya rejekinya masing-masing. Ada yang tidak sekolah sampe tinggi tapi punya usaha sendiri, pekerjaan nya tetap, ada yang blm lulus kuliah tapi sudah bekerja, ada yang memilih tidak bekerja tapi usaha dimana-mana, ada yang sudah lulus langsung mendapatkan pekerjaan, ada yang masih mencari pekerjaan dan belum mendapatkan, ada juga yang sudah lama lulus mesti menunggu bertahun" kemudian bekerja.

Setiap orang punya jalannya sendiri dan pilihan serta tanggung jawab atas apa yang dipilihnya, setiap orang berhak memilih jalan hidupnya sesuai kemampuan dan passionnya.

Lalu, buat apa kuliah kalo ga kerja? Buat apa kamu capek-capek kuliah kalo ijazah kamu ga kepake? Ga ada yang sia-sia dan mereka yang kuliah dan sekarang ujungnya memiliki pilihan sendiri bukan tanpa alasan, mereka sebenernya punya gambaran dan alasan sendiri mengapa mereka milih kuliah di universitas tersebut, mengapa mereka memilih fakultas dan jurusan itu dan setelah lulus mereka akan menjadi seperti apa dan dimana dan itu semua mereka termasuk aku pun sudah memiliki gambaran sendiri tapi apa kami bersalah jika Tuhan yang mengubah jalan hidup kami yang membawa pada garis yang tidak kami bayangkan sebelumnya.

Bagi saya ijazah bukan hanya soal nilai, bukan soal gelar bukan penentu dan menjadikan sesuatu (melainkan yang dihitung adalah usahamu). Ijazah lebih dari sekedar itu, untuk apa kuliah kalo kamu bekerja tidak sesuai jurusanmu? So, what is the problem ? Ga ada, kuliah bukan soal itu aja kok, dengan kamu kuliah kamu bisa menemukan hal baru, teman baru, wawasan baru, tentunya mindsetnya pun berubah dan berbeda (tidak bermaksud diskriminasi) kuliah tempat kamu mengekspresikan diri kamu dan menjadi diri sendiri, membentuk personality yang lebih baik, kamu menikmati berorganisasi meskipun kamu bisa juga mendapatkannya diforum lain di komunitas diluar sana.

Titik terberat adalah ketika kamu sudah lulus tapi belum memiliki pekerjaan tetap. Apalagi bila kamu harapan bagi keluarga sedangkan kamu masih berada dititik 0 (belum kemana-mana) dan belum lagi Stigma dan pandangan orang lain serta pengaruh dari luar yang menganggangu pikiran. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk bisa satu pemikiran dengan kita dan tidak bisa mencegah pandangan, stigma orang terhadap kita. Yang bisa kita lakukan adalah tetap menjadi diri sendiri ketika orang lain berpikir bahwa berhasil adalah ketika mereka bekerja dikantor dengan seragam dan pergi pagi pulang sore dan mereka ingin kamu manjadi apa yang ada dibayangan mereka, sesuai dengan gambaran mereka. No,  jangan ragu untuk bilang "tidak" it's my life ini hidup saya. kamu berhak memilih jalan hidup sendiri, kamu juga tidak perlu meminta persetujuan orang lain atas pilihan hidupmu namun meminta restu orang tua dan keluarga adalah  keharusan.

So, jadilah dirimu sendiri  dan jalani yang menurutmu itu baik! Mau itu mengenai kehidupanmu, pekerjaan, masa depan itu adalah mutlak hak kamu sepenuhnya.

Komentar

Postingan Populer